Mekarsari – Pemerintah Desa Mekarsari bersama masyarakat menggelar tradisi Keliwonan di Buyut Mekarsari sebagai salah satu upaya melestarikan adat istiadat dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Kegiatan ini dihadiri oleh Kuwu Desa Mekarsari, perangkat desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai dusun.
Tradisi Keliwonan merupakan agenda budaya yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat, keselamatan, dan hasil yang diperoleh masyarakat. Selain menjadi sarana pelestarian budaya lokal, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan di antara warga Desa Mekarsari.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama, dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan adat sesuai tradisi yang berlaku di Buyut Mekarsari. Masyarakat mengikuti kegiatan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan sejarah desa.
Dalam sambutannya, Kuwu Desa Mekarsari menyampaikan bahwa tradisi Keliwonan merupakan warisan budaya yang memiliki nilai kebersamaan, gotong royong, dan penghormatan terhadap sejarah desa sehingga perlu dijaga dan dilestarikan oleh generasi muda.
"Tradisi Keliwonan bukan sekadar acara adat, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan dan menjaga warisan budaya yang menjadi identitas Desa Mekarsari. Semoga kegiatan ini terus dilestarikan dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat," ujar Kuwu Desa Mekarsari.
Masyarakat menyambut baik penyelenggaraan acara tersebut dan berharap tradisi Keliwonan di Buyut Mekarsari dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal. Kegiatan ini juga menjadi ajang berkumpulnya warga untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap sejarah dan budaya desa.
Melalui penyelenggaraan tradisi Keliwonan, Pemerintah Desa Mekarsari menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan desa yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga menjaga nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan kebersamaan masyarakat.